Legislator Kurang Puas Pertumbuhan Ekonomi Hanya 4,92 Persen

Rimanews – Anggota Komisi XI DPR RI, Heri Gunawan mengaku kurang puas dengan angka pertumbuhan ekonomi yang dicapai pemerintah sebesar 4,92%. “Seharusnya, pemerintah dapat mematok angka pertumbuhan secara lebih realistis, jangan juga memasang tingkat pertumbuhan yang tinggi sampai 5.3%, sementara realisasi pertumbuhan pada triwulan 1 Tahun 2016 hanya 4.92% dan terjadi kontraksi pertumbuhan pada beberapa lapangan usaha. Logikanya ketika postur APBN-P berkurang, mestinya prestasi pertumbuhan juga akan ikut terpengaruh,” kata Heri Gunawan di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (8/06/2016). Baca Juga Fitch Rating Tingkatkan Rating Kredit Indonesia DPR: tak ada kemiripian uang rupiah baru dengan yuan Menkeu: Ekonomi Indonesia Tumbuh tapi Belum Merata Pelaku UMKM, smbungnya, tidak terlalu peduli urusan begini. Buat mereka yang penting bisa makan, ekonomi sudah bergulir dengan selayaknya di angka kurang lebih sampai 5.0 persen. “Jadi pemerintah suruh kerja dong. Masa satu persen enggak bisa, Jadi pertumbuhan 5.1% dianggap cukup realistis,” ujarnya. Pertumbuhan yang baik dan ideal seharusnya di drive oleh investasi dan ekspor import. Saat ini posisi eksport import mengalami pertumbuhan negatif akibat masih lemahnya harga komoditas dan permintaan. Kondisi saat ini di drive sebagian besar oleh konsumsi rumah tangga, yang salah satu drivenya diberikan oleh pemerintah, ini menandakan konsumsi rumah tangga tumbuh moderat akibat lemahnya aktivitas ekonomi. “Untuk mengukur seberapa jauh angka pertumbuhan ekonomi ini tercapai, pemerintah tak perlu susah-susah. Sebetulnya gampang melihat pertumbuhan. Lihat saja dari penyerapan tenaga kerja dan perkembangan kemiskinan di Indonesia,” ujarnya. “Karena dari target pembangunan 2016 tentang tingkat pengangguran terbuka sebelumnya 5,2%-5.5% berubah menjadi 5.4%-5.7%, dengan kenaikan tingkat kemiskinan dari 9%-10% menjadi 10.0%-10.6%,” tambahnya. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : pertumbuhan ekonomi , ekonomi tumbuh , Keuangan , Ekonomi

Sumber: RimaNews