Data dan Fakta Madrid vs Sevilla di Piala Super Eropa Dinihari Nanti

Jakarta – Sevilla menjadi tim pertama yang tampil di tiga Piala Super Eropa secara berturut-turut. Dinihari nanti Sevilla akan menghadapi Real Madrid. Pertandingan antara Madrid selaku kampiun Liga Champions 2015-16 dan Sevilla sebagai juara Liga Europa musim lalu tersebut akan dihelat di Lerkendal Stadion, Trondheim, Rabu (10/8/2016) dinihari pukul 1.45 WIB. Partai serupa juga hadir di Piala Super Eropa edisi 2014; saat itu Madrid menang 2-0 atas Sevilla. Di tahun 2015 lalu Sevilla juga tampil di Piala Super Eropa, berhadapan dengan Barcelona, dan juga menelan kekalahan 4-5–saat itu di extra time. Berikut sejumlah data dan fakta seputar laga nanti, seperti dirangkum UEFA.com – Kedua tim sama-sama menjalani penampilan kelimanya; cuma Barcelona (9), AC Milan (7), dan Liverpool (5) yang tampil lebih sering. – Madrid memainkan tiga Piala Super Eropa di Stade Louis II di Monaco sebelum menghadapi Sevilla di Cardiff pada 2014. Sejauh ini Madrid memiliki catatan 2 kali menang dan 2 kali kalah di Piala Super Eropa. – Seluruh penampilan Madrid di Piala Super Eropa dicapai sebagai kampiun Liga Champions. – Sevilla tampil di Piala Super Eropa sebagai pemenang Piala UEFA/Liga Europa. Sejauh ini Sevilla memiliki catatan 1 kali menang dan 3 kali kalah di Piala Super Eropa. – Tiga penampilan Sevilla secara beruntun di Piala Super Eropa belum pernah terjadi sebelumnya. – Ini merupakan Piala Super Eropa keempat yang mengetengahkan dua klub Spanyol setelah 2006, 2014, dan 2015. – Sebelumnya ada dua pertemuan yang mengetengahkan duel antarklub Italia. AC Milan mengalahkan Sampdoria di 1990 tapi kalah dari Parma tiga tahun kemudian. – Terlepas dari hasil, akan ada juara ke-14 dari Spanyol. Itu merupakan jumlah kemenangan tertinggi di Piala Super Eropa, dengan Italia ada di posisi kedua dengan sembilan klub. Spanyol juga menjadi yang paling sering memiliki wakil di ajang it (26), dengan Inggris ada di posisi kedua (15). – Di tiga edisi Piala Super Eropa sebelum ini, kampiun Liga Champions selalu jadi pemenang. Rentetan serupa juga pernah terjadi pada 1994-1996 (juara Liga Champions jadi pemenang tiga edisi beruntun) dan 1997-1999 (juara Piala Winners jadi pemenang tiga edisi beruntun). Belum pernah ada empat kesuksesan beruntun (krs/nds)

Sumber: Sport Detik